2015

Perempuan Hebat di Mataku

Mama was holding me. My aunt was on the right side.

Mama was holding me. My aunt was on the right side.

 

Tadi siang, saya tidak sengaja buka Google lalu melihat tampilan awal Google Doodle hari ini yaitu tanggal 8 Maret bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional. Pikiran saya langsung melayang ke kampung halaman tepatnya tertuju kepada mamah tersayang, sosok perempuan hebat, kuat dan tangguh di mata saya.

Darinya saya belajar banyak hal mengenai arti kehidupan. Banyak petuah, nasehat juga kalimat motivasi yang diberikan olehnya. Setiap ada masalah, mamah lah yang saya cari, walaupun hanya bisa curhat via telepon. Akan tetapi mendengar suaranya lalu nasehatnya membuat saya seketika itu pula bangkit, semangat saya pun up lagi.

Mamah saya pandai bercerita, pandai berjoking ria, pandai bersosialisasi. Mamah juga pernah aktif di Posyandu. Adik saya lah sepertinya yang membawa gen terbanyak dari mamah. Berbeda dengan saya, adik saya (Fuji) lebih berani dalam hal apapun, jago olahraga seperti mamah, dan pandai pula bersosialiasi. Mungkin karena kecocokan sifat mereka, mamah dan adik saya dekat sekali. Terkadang saya iri, karena mamah seperti lebih sayang kepada adik saya. Tapi seiring berjalannya waktu, saya bisa memahaminya, mamah sayang kedua anaknya baik saya maupun Fuji.

Hal yang paling saya rindukan adalah ketika mamah menceritakan pengalaman masa mudanya. Banyak hal yang bisa saya petik dari setiap cerita-cerita mamah. Ibu saya termasuk perempuan yang keras. Dulu saya sering sekali mendapat kekerasan fisik. Salah saya juga, yang sering membangkang. Mamah suka bilang kalau saya ini suka “melawan dengan punduk”. Saya dan mamah beserta adik saya termasuk perempuan yang keras kepala yang sama-sama teguh pada pendirian masing-masing. Dengan bertambahnya umur saya, dan proses mendewasakan diri, pada akhirnya saya, mamah dan FujiĀ (perempuan dalam keluarga) bisa saling memahami satu sama lain. Walaupun kadang mamah masih suka menceramahi saya dan adik saya dengan suara yang tegas malah terdengar galak. Kalau sudah begitu, saya hanya bisa diam. Percuma, saya tidak akan pernah menang melawan mamah.

Pernah lihat seseorang membuka tutup botol dengan giginya ?

(more…)